JAKARTA – Sebagai Prajurit Kopassus, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso memiliki segudang pengalaman tempur diantaranya Operasi Bersih PGRS/Paraku di belantara hutan Kalimantan, Operasi Flamboyan dan Operasi Seroja di Timor Portugis atau Timor-Timur hingga Operasi Penangkapan Para Petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Namun dalam operasi penangkapan para petinggi GAM, Sutiyoso melakukannya tanpa meletuskan satu butir peluru dari moncong senjatanya.
Melansir buku “Sutiyoso The Field General, Totalitas Prajurit Para Komando”, Sabtu (18/4/2026), menceritakan bagaimana dirinya ditugaskan dalam Operasi Sandi Yudha di Aceh pada 1978 untuk melumpuhkan gerakan separatis bersenjata GAM yang dipimpin Muhammad Hassan Tiro, cucu Cik Di Tiro.
Sutiyoso saat itu berpangkat Mayor Infranteri tidak menduga bakal ditugaskan ke Aceh. Mengingat dirinya tidak ikut dalam upacara pemberangkatan pasukan ke Aceh yang digelar di Grup 2 Kopassandha yang kini bernama Kopassus karena tengah melatih Resimen Mahasiswa (Menwa) UGM.
Komentar